1.
Pertanian
Kelebihan : memiliki elastisitas permintaan yang
rendah, artinya harga berubah berapapun
orang akan tetep membeli produk pertanianKekurangan : produksi nya konstan, sangat sulit
ditingkatkan dan memiliki investasi yang mahal
Jasa
Kelebihan : dapat meraih keuntungan tinggi dengan frekuensi aktivitas yang lebih sering Kekurangan : pada pasar persaingan sempurna, tiap orang akan berkompetisi untuk menurunkan harga serendah mungkin, hal ini karena elastisitas permintaan yang tinggi, atau saat harga berubah sedikit maka permintaan akan berubah drastis
Industri
Kelebihan : Merupakan salah satu penopang
perekonomian bangsa karena skala nya yang sangat besar, mengurangi
pengangguran, transfer teknologi Kekurangan : investasi yang tinggi, dan
sangat sensitif terhadap kondisi makro seperti deflasi 2
Menurut saya, perkembangan masyarakat seringkali dianalogikan seperti halnya proses evolusi yaitu suatu proses perubahan yang berlangsung sangat lambat. Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh hasil-hasil penemuan ilmu biologi, yang memang telah berkembang dengan pesatnya. Peletak dasar pemikiran perubahan social sebagai suatu bentuk “evolusi” antara lain adalah Herbert Spencer dan August Comte.
Keduanya
memiliki pandangan tentang perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat dalam
bentuk perkembangan yang linear menuju kearah yang positif. Perubahan social menurut
pandangan mereka berjalan lambat namun menuju suatu bentuk “kesempurnaan
masyarakat”.
Berbeda dengan
Spencer dan Comte yang menggunakan konsepsi optimism, Oswald Spengler cenderung
kearah pesimisme. Menurut Spengler, kehidupan mereka dasarnya merupakan suatu
rangkaian yang tidak pernah berakhir dengan pasang surut. Seperti halnya
kehidupan organisme yang mempunyai suatu siklus mulai dari kelahiran, masa
anak-anak, dewasa, masa tua dan kematian. Perkembangan masyarakat merupakan
siklus yang terus akan berulang dan tidak berarti kumulatif. 3.
Manusia tidak saja mengimbangi hak dan kewajiban dalam memanfaatkan SDA, tetapi juga harus menjaga kelestarian serta kelangsungan dari lingkungan alam tersebut. Manusia juga harus membatasi tingkah laku mereka dalam memanfaatkan lingkungan alam agar lingkungan alam tetap berada dalam batas kelentingan lingkungan hidup manusia. Kita memiliki upaya untuk mengelola SDA dan lingkungan hidup lebih baik. Kita memiliki harapan dan peluang yang cukup besar bahwa masalah lingkungan hidup yang makin rawan dapat diatasi dengan sebaik-baiknya. Cukup kompleks masalah yang dihadapi negara berkembang seperti indonesia ini, misalnya masalah demografi, ekonomi dan sosial budaya yang akhirnya juga akan mempengaruhi keberadaan lingkungan alam. Demografi, inilah salah satu penyebab hutan yang sedikit demi sedikit hilang dari pulau Jawa. Terkonsentrasinya pertumbuhan penduduk di tanah Jawa tentunya membutuhkan lahan permukiman bagi mereka yang tinggal di tanah yang subur ini. Tak hanya itu, dari aktivitas ekonomi juga berandil banyak dalam menciptakan kerusakan lingkungan hidup. Berdirinya pabrik-pabrik pengusaha dalam negeri sampai pabrik relokasi milik pengusaha asingpun juga ikut menambah sesaknya udara dengan polusi udara. Kondisi sosial budaya masyarakat sekitar yang cenderung masih berladang dengan cara membuka atau menebang hutan dan menjadikannya ladang baru juga ikut serta dalam menambah penyebab kerusakan lingkungan alam. Tak benar juga jika kita selalu menyalahkan pemerintah sepenuhnya. Dalam masalah demografi pemerintah telah menjalankan program transmigrasi sejak 1950, namun sampai sekarang program tersebut masih belum bisa dioptimalkan dan pertumbuhan penduduk masih tetap terkonsentrasi di Jawa. Disisi lain tumbuhnya pabrik-pabrik lokal maupun asing di Indonesia juga berdampak pada bertambahnya lapangan pekerjaan sehingga pertumbuhan ekonomipun otomatis juga akan meningkat. Tapi yang mengecewakan ketika beberapa pabrik-pabrik tersebut tidak menghiraukan kelestarian lingkungan alam dengan membuang limbah cair ke sungai tanpa proses pengelolaan limbah yang berwawasan lingkungan. Hal ini akan merugikan manusia dan juga ekosistem di sekitar lingkungan tersebut. Salah satu hal yang diupayakan pemerintah dalam mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan cara memusatkan pabrik-pabrik dalam satu kawasan yang disebut kawasan industri. Di Indonesia ada banyak kawasan industri, misalnya kawasan industri gresik, kawasan industri rungkut dan masih banyak lagi. Langkah ini dirasa efektif dalam mengurangi kerusakan lingkungan alam karena industri-industri besar dipusatkan dalam satu wilayah dan otomatis polusi yang dihasilkan tidak akan menyebar samppai permukiman penduduk. Biasanya suatu kawasan industri dilengkapi oleh sistem pengolah limbah, jadi dengan adanya sistem tersebut dampak negatif tersebut bisa diminimalkan.
DAFTAR PUSTAKA :
0 komentar:
Posting Komentar