Sabtu, 08 April 2017

Tugas 3 Perekonomian Indonesia

Diposting oleh sheillafkhryh di 07.03
1.    1.   A. Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.

B. Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:

§  penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan.

§  penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.

§  penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya.

§  penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain. Contoh lainnya adalah perbudakan.

§  penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

2.   2.    Menurut saya, indicator kemiskinan absolut adalah indicator pemenuhan kebutuhan fisik manusia.    Tolak ukur yang dipakai adalah kebutuhan keluarga, dengan memperhatikan kebutuhan minimal      yang harus dipenuhi oleh suatu keluarga agar dapat melangsungkan kehidupannya secara sederhana,  tetapi memadai seperti warga masyarakat yang layak. Termasuk didalamnya kebutuhan pangan,  sandang, perumahan, pemeliharaan kesehatan, dan Pendidikan anak. Menurut saya, indicator ini  dipahami sebagai suatu keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu mencapai      kebutuhan fisik pada tingkat minimal dari standar kebutuhan yang sudah ditetapkan.


3.     3.   Baik atau tidaknya pertumbuhan ekonomi suatu negara salah satunya dapat dinilai dari segi faktor sumber daya manusia (SDM). Cepat lambatnya proses pembangunan tergantung pada kepada sejauh mana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan dengan membangun infrastruktur di daerah-daerah. Sebagai contoh, dari data yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Maret 2016 jumlah penduduk miskin di Indonesia 28,01 juta jiwa atau 10,86%. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa negara Indonesia masih mengalami problema yang sama dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan faktor eksternal dari dunia luar, perilaku gaya hidup orang Indonesia yang konsumtif, inflasi negara yang tidak stabil, dan sebagainya. Hal ini berpengaruh terhadap proses pertumbuhan ekonomi negara Indonesia. Salah satu dampak yang timbul adalah mengimpor tenaga kerja asing untuk membantu pembangunan infrastruktur negara.  Semakin banyak tenaga kerja yang diimpor, maka biaya anggaran negara akan semakin terkuras habis. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Teens Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea